MINUT, TelusurInformasiNews.id – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi pariwisata unggulan di Sulawesi Utara. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune James Esau Ganda, tiga hotel dan resort bertaraf internasional hadir melalui investasi berskala besar yang diyakini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Ketiga fasilitas pariwisata kelas dunia tersebut yakni Marriott Resort and Spa yang berlokasi di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Club Med yang berada di Desa Waleo Dua dan Makalisung, Kecamatan Kema, serta Shangri-La Hotel and Resort yang direncanakan hadir di Desa Budo, Kecamatan Wori.
Masuknya investasi bernilai fantastis di Tanah Tonsea ini bukan semata-mata karena Minahasa Utara memiliki kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Lebih dari itu, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kemampuan Bupati Joune Ganda dalam membangun kepercayaan serta meyakinkan para investor bahwa Minahasa Utara memiliki iklim investasi yang sehat, menjanjikan dan didukung pelayanan pemerintahan yang baik.
Dengan latar belakang sebagai pengusaha sukses di ibu kota, Joune Ganda dinilai memahami berbagai aspek penting yang menjadi pertimbangan para pemilik modal sebelum menanamkan investasi. Kemampuan membaca kebutuhan dunia usaha serta membangun komunikasi dengan kalangan investor menjadi salah satu faktor yang mendorong masuknya investasi hingga bernilai triliunan rupiah di daerah dengan jumlah penduduk yang belum mencapai 340.000 jiwa tersebut.
Keberhasilan menghadirkan sejumlah jaringan hotel internasional ini sekaligus menjadi gambaran bahwa potensi pariwisata Minahasa Utara semakin mendapat perhatian dari kalangan investor berskala global.
Apresiasi terhadap iklim investasi dan pelayanan pemerintah daerah disampaikan Presiden Komisaris PT Sumber Energi Sakti Prima, Dewi Kam. Dalam keterangannya baru-baru ini, ia mengungkapkan kepuasan terhadap sistem pelayanan publik yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, terutama dalam proses pengurusan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Menurutnya, kemudahan pelayanan serta birokrasi yang tidak berbelit-belit menjadi nilai positif bagi investor dalam merealisasikan rencana pembangunan usaha di Minahasa Utara.
“Pengurusan izin yang sama sekali tidak dipersulit, saya mengapresiasi itu. Saat ini, pada peletakan batu pertama pembangunan Shangri-La Hotel and Resort, kami meminta dukungan semua pihak agar proses pembangunan yang ditargetkan kurang lebih dua tahun ini berjalan lancar. Nantinya, kehadiran Shangri-La Hotel akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya yang ada di Minahasa Utara,” ujar perempuan yang disebut sebagai salah satu perempuan terkaya di Asia Tenggara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Dewi Kam di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Shangri-La Hotel and Resort di Desa Budo, Kecamatan Kema, Minggu, 1 Oktober 2026.
Sementara itu, optimisme terhadap masa depan pembangunan dan kesejahteraan Minahasa Utara juga disampaikan perwakilan pemegang saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Yulissa Baramuli.
Ia mengaku sangat yakin Minahasa Utara akan semakin sejahtera di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda. Menurutnya, keberhasilan mendatangkan investor untuk membangun kawasan pesisir bukanlah pekerjaan mudah, terlebih upaya menghadirkan investasi tersebut telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.
Yulissa bahkan menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepiawaian dan keberuntungan Bupati Joune Ganda dalam membuka jalan bagi masuknya investor.
“Karena begitu pintarnya beliau, rezekinya beliau ini. Memang kita sudah berusaha bertahun-tahun untuk mendatangkan investor. Tetapi saya mau tanya, di mana investor yang mau bangun di pesisir ini? KEK saja belum terealisasi sampai hari ini. Tetapi memang berkat Pak Bupati, tangan dingin juga yang membuat ini bisa berhasil. Ini hokinya Pak Bupati. Kita semua harus bersyukur, tunjang ini,” ungkap Yulissa.
Kehadiran tiga hotel dan resort bertaraf internasional tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan sektor pariwisata Minahasa Utara. Selain meningkatkan daya tarik daerah di mata wisatawan domestik maupun mancanegara, investasi ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.
Dukungan pemerintah daerah, kemudahan perizinan, serta kolaborasi antara investor dan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh proyek dapat berjalan sesuai target.
Dengan semakin banyaknya investor yang menaruh kepercayaan terhadap Minahasa Utara, kepemimpinan Bupati Joune Ganda diharapkan terus menghadirkan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, masuknya investasi berskala internasional bukan hanya tentang berdirinya hotel-hotel mewah, melainkan bagaimana peluang tersebut mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan Minahasa Utara semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata dan investasi unggulan di Indonesia.
(Vera.E.Kastubi).






