Sabtu, Oktober 24, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraSekda Novly Wowiling Umumkan 12 Penerima Microgrant YCAF 2026, Pemuda Minut Siap...

Sekda Novly Wowiling Umumkan 12 Penerima Microgrant YCAF 2026, Pemuda Minut Siap Wujudkan Inovasi Aksi Iklim

MINUT, TelusurInformasiNews.id– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan solusi nyata terhadap perubahan iklim. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan 12 kelompok pemuda sebagai penerima Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) North Minahasa Tahun 2026, yang masing-masing berpeluang memperoleh dukungan pendanaan sebesar USD 1.000 hingga USD 5.000. Senin, (12/10/2026).

Mewakili Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., secara resmi membuka kegiatan pengumuman hasil penilaian Dewan Juri Independen sekaligus penetapan kelompok pemuda penerima microgrant. Kegiatan tersebut berlangsung di atrium lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara.

Dari total 54 kelompok pemuda yang mengikuti program YCAF North Minahasa 2026, sebanyak 12 kelompok ditetapkan sebagai penerima berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri Independen. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui tahapan presentasi 20 besar yang sebelumnya telah dinilai oleh tim juri.

Program yang mendapat dukungan Bloomberg Philanthropies ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi mangrove dan terumbu karang, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, hingga pemanfaatan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Novly Wowiling, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok pemuda yang telah mengambil bagian dalam program YCAF.

Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa partisipasi generasi muda merupakan elemen penting dalam membangun Minahasa Utara yang tangguh menghadapi tantangan lingkungan serta mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Program Youth Climate Action Fund bukan sekadar kompetisi gagasan, melainkan kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kepedulian mereka mampu menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” demikian pesan Bupati dalam draf sambutan yang disampaikan Sekretaris Daerah.

Bupati juga berharap agar dukungan pendanaan yang diberikan dapat dikelola secara bertanggung jawab oleh masing-masing kelompok penerima. Setiap proyek diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus menjadi titik awal terbentuknya gerakan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.

Proses penetapan penerima microgrant dilaksanakan melalui penilaian Dewan Juri Independen yang terdiri atas lima akademisi dan profesional dari berbagai disiplin ilmu.

Kelima anggota Dewan Juri Independen YCAF North Minahasa 2026 tersebut adalah Bobby Hamenda, M.Si., MIntDevEc, akademisi Universitas Negeri Manado; Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd., akademisi Universitas Pembangunan Indonesia Manado; Hizkia H. D. Tasik, Ph.D., akademisi Universitas Sam Ratulangi; Mercy Maggy Franky Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D., akademisi Universitas Negeri Manado; serta Piet Hein Pusung, S.STP., M.Si., akademisi Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Keterlibatan para akademisi dan profesional tersebut memperkuat pendekatan multidisipliner dalam mengevaluasi setiap gagasan yang diajukan. Dengan demikian, proyek yang terpilih diharapkan tidak hanya memiliki unsur kebaruan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Minahasa Utara.

Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri Independen, berikut 12 kelompok pemuda yang ditetapkan sebagai penerima Microgrant YCAF North Minahasa Tahun 2026 sesuai urutan peringkat:

1. Fountaine Squad – SMA UNKLAB dengan proyek Solar Water Harvesting Pintar.

2. Karang Taruna Desa Kinabuhutan, dengan proyek Integrasi Pengolahan Sampah Pesisir dan Konservasi Mangrove Berbasis Ekonomi Komunitas.

3.Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara, dengan proyek *Darunu Youth Mangrove Resilience.

4.Terra Rangers SMA UNKLAB, dengan proyek Fire-Risk IoT Station: Pilot Pemantauan Risiko Kebakaran Hutan dan Peringatan Dini Berbasis Masyarakat.

5.Pemuda Selam Seluruh Indonesia, dengan proyek Youth Coral Guardians.

6. SMP Negeri 3 Likupang Timur. dengan proyek Garda Laut Muda: Aksi Akselerasi Restorasi Terumbu Karang dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim.

7.SMK Laikit – UKS INTI, dengan proyek MINA SIRKULAR Berbasis BSF.

8.KPA Likupang, dengan proyek Minahasa Utara Green Resilience Project: Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang.

9.Garda Mangrove Palaes, dengan proyek Mangrove Pesisir dan Lingkungan Laut.

10.Mangrove Youth Guardians Mantehage, dengan proyek Pemuda Bergerak untuk Restorasi Mangrove: Membangun Pesisir Pulau Mantehage yang Tangguh terhadap Perubahan Iklim.

11.Tim Pemuda Peduli Iklim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat dengan proyek Jaga Likupang: Restorasi Mangrove dan Pesisir Bebas Sampah oleh Pemuda untuk Wisata Berkelanjutan Minahasa Utara.

12.Pemuda Bahari Gangga I, dengan proyek Waste Recycling For a Healthy Eunvironment.

Beragamnya tema proyek tersebut mencerminkan potensi besar generasi muda Minahasa Utara dalam melahirkan inovasi yang sesuai dengan persoalan lingkungan dan karakteristik wilayah masing-masing, baik di daratan, kawasan pesisir maupun kepulauan.

Sementara itu, City Lead YCAF North Minahasa 2026, Sefferson Sumampouw, S.STP., S.IP., M.Si., yang juga menjabat Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, menjelaskan bahwa pelaksanaan program YCAF di daerah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis Minahasa Utara yang mencakup wilayah daratan, pesisir dan kepulauan.

Menurut Sefferson, salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program ini adalah memastikan generasi muda yang berada di wilayah kepulauan memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Hal tersebut menjadi perhatian karena sebagian wilayah masih menghadapi keterbatasan jaringan internet, akses transportasi dan informasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Tim YCAF North Minahasa melakukan pendekatan langsung melalui kegiatan sosialisasi, *outreach* atau penjangkauan, serta pendampingan kepada kelompok pemuda. Kegiatan tersebut turut menjangkau wilayah Pulau Bangka, Gangga, Talise, Nain dan Mantehage.

Ia menegaskan bahwa YCAF tidak semata-mata berorientasi pada penjaringan proposal terbaik, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran, kepedulian dan kepemimpinan generasi muda dalam merespons perubahan iklim.

“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan mengikuti YCAF terbuka bagi generasi muda di seluruh wilayah Minahasa Utara, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau. Potensi dan kreativitas pemuda tidak boleh dibatasi oleh kondisi geografis. Justru dari wilayah kepulauan dapat lahir inovasi lingkungan yang memberikan dampak besar bagi masyarakat,” ujar Sefferson dalam kutipan yang disiapkan untuk rilis.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengumuman penerima microgrant merupakan awal dari tahapan penting berikutnya. Setelah penetapan, para penerima akan memasuki tahapan pelaksanaan proyek, penguatan kapasitas, serta pemantauan terhadap dampak kegiatan yang dijalankan.

“Keberhasilan YCAF tidak hanya diukur dari berapa banyak kelompok yang memperoleh pendanaan, tetapi dari sejauh mana proyek mereka mampu menyelesaikan persoalan lingkungan, menggerakkan masyarakat, dan terus memberikan manfaat setelah program selesai. Kami ingin membangun generasi muda yang bukan hanya peduli terhadap perubahan iklim, tetapi juga mampu memimpin aksi nyata,” tambahnya.

Sefferson turut menyampaikan apresiasi kepada Dewan Juri Independen, seluruh kelompok pemuda peserta, para pemangku kepentingan dan mitra program yang telah mendukung terselenggaranya YCAF North Minahasa 2026.

Pelaksanaan YCAF North Minahasa 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa kerja sama internasional yang dibangun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda.

Melalui dukungan Bloomberg Philanthropies serta kolaborasi dengan berbagai mitra internasional, pemuda Minahasa Utara memperoleh akses terhadap pendanaan, pengembangan kapasitas, jejaring kerja sama, serta kesempatan untuk merealisasikan gagasan inovatif di bidang lingkungan.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung untuk terus mendorong pembangunan daerah yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap 12 kelompok penerima microgrant dapat memanfaatkan dukungan yang diperoleh secara optimal, menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat, serta menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terlibat aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dengan terpilihnya 12 kelompok tersebut, YCAF North Minahasa 2026 diharapkan tidak berhenti pada penetapan penerima bantuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari Minahasa Utara, semangat generasi muda diharapkan mampu membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari aksi lokal. Melalui inovasi, kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, pemuda daerah memiliki kesempatan untuk menjadi bagian penting dari solusi global dalam menghadapi perubahan iklim.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular