Sabtu, November 7, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPertama Daftar di Pilhut Kaima, Willyam Kopalit Usung Tekad Perubahan dan Persatuan

Pertama Daftar di Pilhut Kaima, Willyam Kopalit Usung Tekad Perubahan dan Persatuan

MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak Kabupaten Minahasa Utara mulai bergulir. Di Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Willyam Kopalit menjadi pendaftar pertama sebagai bakal calon Hukum Tua dengan membawa semangat perubahan untuk kemajuan desa. Rabu, (16/9/2026).

Willyam resmi mendaftarkan diri di Kantor Desa Kaima. Ia menjadi bakal calon pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran di tahapan Pilhut Desa Kaima tahun 2026 ini. Pendaftaran tersebut dilakukannya atas dorongan keluarga, kerabat, dan teman-teman yang selama ini memberikan dukungan moril.

Keputusan untuk maju dalam kontestasi Pilhut, menurut Willyam, bukan keputusan spontan. Ia menegaskan pencalonannya bukan semata-mata karena hingga pagi hari pelaksanaan pendaftaran belum ada bakal calon lain yang mendaftar.

Keinginan itu telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Hal itu berangkat dari kepeduliannya melihat kondisi Desa Kaima yang dinilainya saat ini sudah dalam kondisi baik, namun masih memiliki banyak peluang untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

Pengalaman kontestasi sebelumnya juga menjadi pelecut. Willyam mengungkapkan pernah ikut mencalonkan diri pada periode lalu, namun belum berhasil terpilih. “Bangga dan senang. Saya menyatakan sikap untuk maju dengan ditunjang teman-teman dan keluarga,” ujar Willyam saat ditemui usai pendaftaran.

Lanjutnya “Beberapa waktu lalu kita pernah mencalonkan diri, tetapi belum jadi. Jadi saya merasa terpanggil kembali. Bagi saya, itu adalah sukses yang tertunda,” tambahnya.

Willyam menegaskan motivasi utamanya kembali mencalonkan diri adalah untuk bersama masyarakat membangun perubahan yang bermuara pada kemakmuran dan kesejahteraan Desa Kaima.

Ia berkomitmen tidak akan berjalan sendiri jika mendapat kepercayaan memimpin. Seluruh pemikiran dan program pembangunan akan dirumuskan melalui komunikasi intensif dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat akar rumput.

“Tujuannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Kita ingin bersama-sama dengan masyarakat membuat suatu perubahan nanti,” ungkap Willyam.

“Tidak mungkin dengan pemikiran sendiri akan timbul pemikiran-pemikiran positif. Kita harus bersama-sama dengan masyarakat dari akar rumput. Apa yang terbaik, apa yang mereka mau dan minta, itu yang akan kita pikirkan untuk dibuat ke depan ketika menjadi Hukum Tua,” tegasnya.

Terkait strategi pemenangan, Willyam yang maju secara independen tanpa dukungan dari pihak tertentu ini masih mengandalkan pendekatan kekeluargaan. Keluarga dan teman-teman menjadi tim pemenangan utamanya.

“Untuk saat ini kita berharap dengan teman-teman dan keluarga. Mereka juga menjadi tim pemenangan. Yang pasti, ada bakal program yang nantinya bisa menjadi visi ketika sudah ditetapkan menjadi calon,” jelasnya.

Ia mengaku sejumlah gagasan program telah disiapkan, namun belum dipublikasikan melalui baliho karena masih menunggu tahapan penetapan calon resmi. “Pasti sudah ada, tetapi saya bersama teman-teman juga akan melengkapinya,” ujarnya.

Dalam kontestasi ini, Willyam juga menyerukan pentingnya menjaga persatuan. Ia mengajak seluruh warga Desa Kaima untuk tidak terkotak-kotak dan tidak saling menjelekkan hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Tidak usah berkotak-kotakan. Jangan ada saling menjelek-jelekkan, karena semua orang adalah saudara. Siapa pun yang jadi nanti, dia adalah orang pekuntuan. Kita harus berhati besar menerima kekalahan maupun kemenangan,” tegasnya.

Soal target, Willyam menyatakan optimisme penuh untuk menang. Menurutnya, setiap peserta yang masuk dalam perlombaan harus memiliki target yang jelas dan tidak bersikap ragu-ragu. “Kita tidak mau muluk-muluk. Yang pasti kita punya target menang. Harus optimis, memang harus seperti itu,” kata Willyam.

“Masuk dalam perlombaan, kita perlu ada target. Kita pakai target menang. Jangan maju-mundur, maju-mundur. Harus punya tekad dan keberanian untuk bersama-sama dengan masyarakat Kaima yang sudah bagus ini agar bisa lebih bagus lagi,” sambungnya.

Willyam juga menekankan pencalonannya lahir dari keteguhan hati dan keberanian pribadi, bukan karena menunggu disuruh oleh pihak lain. Ia ingin suasana Pilhut tetap kondusif dan kekeluargaan.

“Dengan keteguhan hati pribadi, saya mencalonkan diri dan memberanikan diri. Jangan nanti orang suruh baru kita mau maju. Saat ini, inilah kita,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Willyam berharap seluruh tahapan Pilhut Desa Kaima dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh suasana persaudaraan. Bagi dirinya, Pilhut bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi bagaimana masyarakat tetap hidup rukun setelah pesta demokrasi desa selesai.

Dengan semangat tersebut, Willyam Kopalit menyatakan kesiapan penuh mengikuti seluruh tahapan Pilhut Desa Kaima sembari terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menghimpun aspirasi sebagai bahan penyusunan program pembangunan desa ke depan.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular