MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan bibit ayam unggul beserta sarana pakan kepada kelompok peternak di Desa Gangga I, Kecamatan Likupang Barat. Jumat (31/7/2026).
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan protein secara mandiri, menjaga ketersediaan sumber pangan bergizi, serta membuka peluang pengembangan usaha peternakan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, M.AP., bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat. Dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan berupa bibit ayam dan pakan, tetapi juga dibekali modul mengenai tata cara pemeliharaan ternak serta langkah-langkah pencegahan penyakit.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai untuk mengelola ternak secara baik, sehat, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, M.AP., mengatakan bantuan bibit ayam unggul dan sarana pakan tersebut merupakan bentuk perhatian serta komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di wilayah kepulauan.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha peternakan produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah kepulauan. Kami berharap bibit ayam yang diberikan dapat dipelihara dan dikembangkan dengan baik, sehingga bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan protein keluarga, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Asriyadi Lalompoh.
Ia menjelaskan, pemberian bantuan turut disertai pembekalan mengenai tata cara pemeliharaan ternak, pengelolaan pakan, kebersihan kandang, serta langkah-langkah pencegahan penyakit. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang cukup dalam mengelola ternak secara sehat dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyerahkan bibit ayam dan pakan, tetapi juga memberikan pembekalan kepada kelompok penerima manfaat. Pengetahuan mengenai pola pemeliharaan, sanitasi kandang, pemberian pakan, dan pencegahan penyakit sangat penting agar tingkat keberhasilan program ini dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.
Asriyadi menambahkan, Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap kelompok peternak. Evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan ternak sekaligus memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Apabila dikelola dengan baik, hasil peternakan nantinya tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Gangga I,” tambahnya.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menjelaskan bahwa intervensi pemerintah di wilayah kepulauan diarahkan untuk membangun kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga. Menurutnya, kondisi geografis kawasan kepulauan membutuhkan strategi penyediaan dan distribusi pangan yang berkelanjutan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan gizi, terutama ketika pasokan logistik mengalami hambatan.
“Program ini dirancang bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian. Kita ingin masyarakat Gangga I mampu memproduksi kebutuhan proteinnya secara mandiri. Bahkan ke depan, hasil peternakan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber penguatan ekonomi bagi warga,” ujar Bupati Joune.
Lebih lanjut, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengembangkan bantuan tersebut menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
Salah seorang warga Desa Gangga I yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Menurutnya, bantuan bibit ayam dan pakan tersebut sangat membantu warga dalam memulai maupun mengembangkan usaha peternakan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati Joune Ganda serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang telah memberikan bantuan bibit ayam dan pakan kepada masyarakat Desa Gangga I. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang untuk menambah penghasilan,” ujar salah seorang warga penerima bantuan.
Ia menambahkan bahwa masyarakat penerima manfaat berkomitmen untuk merawat dan mengembangkan ternak yang telah diberikan agar program tersebut dapat memberikan hasil yang berkelanjutan.
“Kami akan berusaha memelihara ayam ini dengan baik sesuai arahan dan pembekalan yang telah diberikan. Harapan kami, ternak ini dapat berkembang, memenuhi kebutuhan keluarga, dan ke depan hasilnya juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Untuk menjamin keberlanjutan program, Pemkab Minut melalui perangkat daerah terkait telah menyiapkan skema pendampingan teknis bagi kelompok peternak. Para penerima bantuan akan memperoleh bimbingan secara berkala mengenai manajemen pemberian pakan, sanitasi dan kebersihan kandang, pemeliharaan ternak, hingga langkah mitigasi terhadap risiko kematian bibit.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak sekaligus meminimalkan berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi keberhasilan usaha peternakan masyarakat.
Sebelumnya, keterbatasan modal serta sulitnya akses terhadap sarana produksi menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat di wilayah kepulauan untuk memulai dan mengembangkan usaha peternakan secara terstruktur. Kondisi geografis yang relatif terpisah turut menyebabkan biaya pengadaan bibit, pakan, dan kebutuhan produksi lainnya menjadi lebih tinggi.
Melalui program bantuan ini, pemerintah berupaya mengurangi beban biaya awal yang harus ditanggung masyarakat serta memberikan peluang bagi kelompok peternak untuk membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara juga memastikan akan melaksanakan evaluasi secara berkala di lapangan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan dan produktivitas ternak, mengukur tingkat keberhasilan program, serta melihat dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Gangga I.
Dengan dukungan bantuan, pembekalan pengetahuan, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan, program pengembangan peternakan ayam ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, meningkatkan kemandirian masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah pesisir dan kepulauan Kabupaten Minahasa Utara.
(Vera.E.Kastubi)






