Rabu, April 29, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraRevitalisasi Bahasa Tonsea Digencarkan, Dinas Pendidikan Minut Dorong Guru Jadi Pelopor Pelestarian...

Revitalisasi Bahasa Tonsea Digencarkan, Dinas Pendidikan Minut Dorong Guru Jadi Pelopor Pelestarian Budaya

MINUT, TelusurInformasiNews.id- Komitmen menjaga keberlangsungan bahasa daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pendidikan. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Perlindungan Bahasa Daerah Tonsea yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara. Bertempat di Hotel Sentra Manado.Rabu, (29/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Jovieta Supit. Bimtek ini diikuti sebanyak 21 guru SD dan 21 guru SMP yang dipersiapkan menjadi Guru Utama dalam program perlindungan dan revitalisasi Bahasa Tonsea.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Utara dengan menghadirkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Januar Pribadi.

Dalam sambutannya, Jovieta Supit menegaskan bahwa Bahasa Tonsea merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minahasa Utara yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, perkembangan zaman dan arus globalisasi menjadi tantangan besar karena generasi muda kini semakin jarang menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas kultural dan jati diri kita. Saat ini, Bahasa Tonsea menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, revitalisasi ini bukan hanya soal pendokumentasian, tapi upaya hidup untuk memastikan bahasa ini tetap digunakan dalam keseharian,” ujar Jovieta. Ia juga menaruh harapan besar kepada para peserta bimtek yang nantinya akan menjadi motor penggerak dalam pengajaran Bahasa Tonsea di sekolah-sekolah.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu kepada para siswa melalui pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman. “Saya berharap bapak dan ibu guru dapat mengajarkan bahasa daerah dengan metode yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan dunia anak muda saat ini. Jangan kaku,” tambahnya.

Menariknya, pelaksanaan Bimtek kali ini tidak hanya berfokus pada teori kebahasaan semata, tetapi juga menggunakan pendekatan seni dan budaya agar proses pembelajaran lebih menarik bagi peserta didik.

Materi yang diberikan meliputi sastra berupa puisi, dongeng, dan cerita pendek. Selain itu, peserta juga dibekali materi seni pertunjukan seperti pidato, tembang atau nyanyian daerah, hingga komedi tunggal (stand-up comedy) menggunakan Bahasa Tonsea. Metode tersebut dipilih agar siswa nantinya dapat belajar bahasa daerah dengan suasana yang lebih menyenangkan, interaktif, dan tidak membosankan.

Di akhir sambutannya, Jovieta Supit menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara serta seluruh narasumber yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Bimtek Guru Utama Perlindungan Bahasa Daerah Tonsea ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengajaran bahasa ibu serta memperkuat eksistensi Bahasa Tonsea agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang di Minahasa Utara.(*)

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular