Sabtu, April 25, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraDorong Digitalisasi Desa, Bupati Joune Ganda Perkuat Kolaborasi Global Bersama Diaspora

Dorong Digitalisasi Desa, Bupati Joune Ganda Perkuat Kolaborasi Global Bersama Diaspora

MINUT, TelusurInformasiNews.id —Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam mempercepat transformasi desa berbasis digital terus diperkuat melalui langkah strategis dan kolaboratif. Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE, MAP, MM, MSi, kembali menegaskan keseriusannya dalam mendorong pembangunan desa berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital. Jumat, (24/4/2026).

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan virtual bersama jaringan diaspora global. Dalam forum tersebut, Bupati Joune Ganda menekankan pentingnya kerja sama lintas negara sebagai kunci dalam memperkuat pembangunan desa di era digital.

Diketahui, pertemuan yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini merupakan bagian dari pembahasan kerja sama antara Indonesian Diaspora Network Global dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam program digitalisasi desa. Kegiatan ini juga menjadi wadah bertukar gagasan antara pemerintah daerah, akademisi, serta diaspora Indonesia dari berbagai negara.

Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda membuka diskusi dengan menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif diaspora. Ia juga menyapa langsung sejumlah peserta seperti Hila Kopong, Natalia Wijaya, dan Jeffrey Liando yang mengikuti kegiatan dari berbagai belahan dunia. “Terima kasih kepada seluruh tim diaspora yang sudah meluangkan waktu untuk bertukar pikiran, sharing sekaligus memikirkan bagaimana kita bisa membangun dari desa,” ujar Joune Ganda.

Bupati menjelaskan bahwa Minahasa Utara termasuk daerah yang cukup progresif dalam pengembangan sistem informasi desa dan digitalisasi. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi dalam implementasinya di lapangan.

Menurut Bupati keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama, khususnya terkait jaringan internet yang belum merata serta akses listrik yang belum stabil di sejumlah desa. “Desa-desa yang sedang kita kembangkan menjadi desa mandiri masih menghadapi persoalan jaringan internet dan listrik yang belum 24 jam. Ini menjadi tantangan yang tidak bisa kita atasi sendiri,” jelas Bupati Joune.

Selain itu Bupati Joune juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di tingkat desa. Ia menilai pergantian sistem atau aplikasi yang terlalu sering justru dapat menyulitkan aparat desa dalam beradaptasi.

Karena itu, Bupati menegaskan pentingnya penggunaan sistem digital yang berkelanjutan, tidak sering berubah, serta memiliki umur ekonomis panjang. Ia juga mengingatkan agar seluruh sistem yang digunakan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk integrasi dalam program Satu Data Indonesia.

“Kita harus memastikan sistem yang kita pilih tidak sering berganti, sehingga desa bisa beradaptasi dengan baik. Selain itu, harus inline dengan program pemerintah pusat terkait integrasi data,” tegas Bupati Joune.

Dalam forum tersebut, Joune Ganda juga melihat peluang besar dari keterlibatan diaspora dalam membuka akses pasar internasional bagi produk-produk desa. Ia optimistis kolaborasi ini mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat desa. “Dengan adanya diaspora dan sistem yang terintegrasi, masyarakat desa bisa lebih mudah mengangkat potensi lokal hingga menembus pasar global,” kata Bupati Joune.

Bupati pun berharap adanya pendampingan dari diaspora, mulai dari pengelolaan sumber daya, peningkatan kualitas produk, hingga penerapan standar internasional agar produk desa memiliki daya saing global.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Ginanjjar Ashari dari OpenDesa, Julianti dari ADN Global, Hila Kopong (Diaspora Australia), Natalia Wijaya (Diaspora Jerman), Jeffrey Liando (Diaspora Amerika), serta akademisi dari Universitas Sam Ratulangi. Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara seperti Asisten I, Kepala Bappeda, Inspektur, Kominfo, dan Kabag Pemerintahan.

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam masukan strategis yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan digitalisasi desa yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Utara. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan diaspora global, diharapkan transformasi digital desa di Minahasa Utara tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

 

(Vera.E.Kastubi)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular