Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPolda Sulut Bantah Hoaks Video Pengunduran Diri Anggota Polri, Ungkap Penyalahgunaan Konten...

Polda Sulut Bantah Hoaks Video Pengunduran Diri Anggota Polri, Ungkap Penyalahgunaan Konten Pribadi

SULUT, TelusurInformasiNews.id -Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara secara resmi meluruskan informasi terkait video viral seorang anggota Polri yang disebut-sebut mengundurkan diri dengan narasi penuh kekecewaan. Melalui penjelasan tegas dari Kabid Humas, institusi ini menyatakan bahwa video tersebut telah dimanipulasi oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong (hoaks) dan menodai nama baik anggota serta institusi Polri.

Berdasarkan hasil klarifikasi dan wawancara langsung oleh Paminal Bidpropam Polda Sulut kepada Aipda VAK, terungkap bahwa video asli yang dibuat secara pribadi hanya berisi ucapan terima kasih dan kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Video tersebut direkam pada Kamis (2/4/2026).

VAK dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin kepada akun mana pun untuk menambahkan teks provokatif atau narasi yang mengaitkan videonya dengan isu-isu tertentu. Ia menegaskan bahwa dalam video asli, justru menyatakan kebanggaannya terhadap Polri dan mengulang komitmen pada semboyan “Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara.”

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa Aipda VAK adalah korban penyalahgunaan konten pribadi oleh pihak ketiga. Hasil klarifikasi membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dalam penyebaran hoaks atau upaya mendiskreditkan institusi. Loyalitasnya terhadap Polri dinyatakan tetap utuh, dan narasi kekecewaan yang beredar adalah tidak benar.

Mengenai mutasi VAK ke Polres Kepulauan Talaud, Alamsyah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan prosedur rutin dalam organisasi Polri. Mutasi adalah bagian dari Tour of Duty dan Tour of Area untuk penyegaran organisasi dan rotasi penempatan personel. Jika seseorang yang dimutasi sedang menangani suatu pekerjaan, tugas tersebut akan diserahkan dan dilanjutkan oleh penggantinya.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa pengunduran diri VAK dari dinas kepolisian diajukan atas kemauan sendiri sekitar tahun 2025, jauh sebelum masa pensiunnya. Pengunduran diri ini bukan disebabkan oleh pemecatan atau tekanan terkait kasus tertentu.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan dalam peryataannya mengatakan,  “Kami menyatakan dengan tegas bahwa narasi negatif yang menyertai video tersebut adalah hoaks. Aipda VAK adalah korban dari penyalahgunaan konten pribadi. Loyalitasnya tidak diragukan. Kami meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh konten yang telah diedit untuk menyudutkan pihak tertentu. Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri,” ujar Hasibuan.

Polda Sulut mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih cerdas dan bijak dalam menerima informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dihimbau untuk tidak mudah menyebarkan konten sebelum memastikan kebenarannya dan selalu merujuk pada informasi resmi dari institusi yang berwenang. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat meresahkan masyarakat dan merusak reputasi pihak-pihak yang tidak bersalah.

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular