MINUT, TelusurinformasiNews.id. – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati Joune Ganda yang juga adalah Ketua DPD Pinkan Sulawesi Utara. Hadir Sekaligus membuka Acara Kolintang Membumi Kolintang Mendunia, di Rumah Kolintang Lembean. Sabtu, (10/5/2025).

Suasana hangat dan penuh keakraban meliputih Rumah Kolintan di desa Lembean, acara dibuka dengan Tarian Lili Royor. Tari Lili Royor biasanya ditampilkan oleh kelompok wanita, terdiri dari 6 hingga 10 orang, dan sering menjadi bagian dari atraksi budaya di desa wisata seperti Lembean, juga termasuk dibeberapa desa lainnya. Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang mempererat hubungan antar warga.

Lirik lagu yang mengiringi Tari Lili Royor menggunakan dialek Tonsea dan mengandung pesan-pesan moral seperti kerja keras, pendidikan, saling tolong-menolong, dan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan.
Ketua Panitia Stave Tuwaidan dalam sambutannya mengatakan, sebelum saya menyebutkan orang-orang yang paling berjasa bagi Kolintang tentunya saya tidak sendirian, saya ditemani oleh komunitas yang sangat kreatif yaitu anak-anak Fantastik Prima Vista (FPV) dan hampir semua laki-laki. Cuma lima yang perempuan itu pun sebagai vokalis, maka sejujurnya saya memohon maaf atas segala kekurangan yang ada.

“Saya laporkan bahwa saya sangat bangga bahwa tempat ini diperkenankan TUHAN sehingga dibuat seperti ini, karna dulunya tempat ini dulunya rumput-rumput dan agak jurang. Tentunya ini support yang luar biasa dari kita semua, support yang hebat. Ini dibuat dalam waktu yang singkat hanya tiga bulan dan sudah seperti ini dan muda-mudahan bisa selesai diakhir tahun dan kita bisa kumpul-kumpul kembali ditempat ini,” Kata Stave.

Hari ini juga terkumpul group-group Kolintang yang hebat-hebat dari tim-tim tingkat SD dan SMP Se-Sulawesi Utara, untuk berlomba dan ini merupakan support yang luar biasa dari pemerintah kabupaten Minahasa Utara dalam hal ini bapak Bupati Joune Ganda dan dari PINGKAN Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari Group Kolintang dari sanggar Pinaesaan Desa Lembean, dibawah asuhan Hukum Tua Desa Lembean Ibu. Daysi Sumampouw.

Ibu Penny Marsetyo Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Indonesia dalam sambutannya mengatakan, Keminahasa adalah angan-angan kami semasa perjuangan Kolintang untuk mendapatkan pengakuan UNESCO. Kami sudah berangan-angan apabila pengakuan itu kami dapatkan, kita akan ke minahasa dan merayakan untuk bertemu dengan insan Kolintang yang ada di minahasa. Puji syukur kita saat ini berada didalam terbuka dialam yang selalu disebut dengan nyiur melambainya. Dari sini saya bisa melihat pohon kelapa dan buahnya juga dibelakang ada gunung Paleposan yang menjadi simbol dari daerah Minahasa Utara desa Lembean.

“Sebagai ketua umum, saya ingin mengingatkan betapa berharganya warisan budaya kolintang dalam kehidupan masyarakat kita. Alat musik ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebersamaan. Kolintang memiliki sejarah yang panjang dan kaya, sekaligus mencerminkan nilai-nilai luhur dari tradisi bangsa,” tutur Ibu Penny.

Melalui acara ini, kami berharap dapat lebih mengenalkan kolintang ke generasi muda dan masyarakat luas. Kita akan menampilkan beragam pertunjukan yang menggugah rasa cinta dan bangga kita terhadap kolintang. Saya mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan ini—baik itu melalui partisipasi aktif, kepedulian, serta sinergi antara pemerintah dan komunitas seni.

“Marilah kita bersama-sama membawa kolintang tidak hanya membumi di daerah kita, tetapi juga mendunia. Dengan kerja keras dan dedikasi, saya percaya kolintang akan mendapatkan tempat yang layak di hati banyak orang di seluruh penjuru dunia,” ujar Ibu Penny.

Bupati Joune Ganda dalam sambutannya mengatakan, Saya merasa bangga dapat berada di Minahasa Utara, asal mula dari alat musik kolintang. Kita semua tahu betapa berharganya kolintang bagi identitas budaya kita. Saya ingin memberikan apresiasi tinggi kepada Ibu Penny Marsetyo, ketua umum, yang telah berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Sebagai Bupati Minahasa Utara, saya ingin melaporkan bahwa pemerintah daerah rutin memberikan kolintang gratis kepada sanggar-sanggar dan instansi yang memerlukan. Ini adalah langkah nyata kami untuk melestarikan dan menyebarkan kebudayaan kolintang,” ungkap Bupati Joune Ganda.

Dengan tema “Kolintang Membumi, Kolintang Mendunia”, kompetisi ini bertujuan untuk mempromosikan kolintang agar lebih dikenal dan dimainkan oleh masyarakat, terutama di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Sekarang, dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, “saya secara resmi membuka kompetisi kolintang. Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses,” tutup Bupati Joune Ganda.

Acara ditutup dengan Talkshow dan Podcast Seni Budaya, mengundang berbagai tokoh untuk berbagi pandangan dan diskusi tentang pentingnya pelestarian budaya kolintang.
Acara kali ini menunjukkan semangat kolektif untuk melestarikan dan mempromosikan kolintang sebagai warisan budaya yang berharga.
Hadir Dalam Acara: Duta besar RI untuk UNESCO Prof.DR Is Munandar, Ketua Umum Persatuan insan Kolintang PINGKAN Indonesia Ibu Penny Iriyana Marsetio, Sekjen PINKAN Indonesia Ibu.Nanny, Seniman dan musisi Indonesia Frangky Raden, Bpk. Dwiki Darmawan, Rombongan Kolintang Milinial, Ka. BKAD, Carla Sigarlaki, Kadis Pertanian Wangke Karundeng, Kadis Kominfo Robby Parengkuan, Dirut PDAM Rolan Maringka.
(Vera.E.Kastubi).






