Kamis, September 3, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPulau Bangka Didorong Jadi Model Ekowisata dan Ekonomi Hijau Usai Dilanda Kebakaran

Pulau Bangka Didorong Jadi Model Ekowisata dan Ekonomi Hijau Usai Dilanda Kebakaran

MINUT, TelusurInformasiNews.id-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus mematangkan langkah strategis untuk memulihkan sekaligus mengembangkan Pulau Bangka sebagai kawasan yang mengintegrasikan kelestarian lingkungan, pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam rapat bersama Yayasan Masarang, Trees for All, Thryve.Earth serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang berlangsung di Hotel The Sentra Manado. Rabu (2/9/2026).

Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., dan dimoderatori Kepala Bagian Pemerintahan, Sefferson Sumampouw, SSTP., SIP., M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Masarang bersama para mitranya memaparkan rencana dan potensi restorasi kawasan grassland seluas sekitar 1.121 hektare.

Program restorasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan hutan, meningkatkan keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, memulihkan fungsi hidrologis kawasan, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat.

Pembahasan ini menjadi semakin penting menyusul kembali terjadinya kebakaran lahan di Pulau Bangka pada akhir Agustus 2026. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan pulau kecil membutuhkan pendekatan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan daya dukung lingkungan.

Rencana restorasi Pulau Bangka tersebut juga sejalan dengan gagasan yang sebelumnya telah disampaikan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dalam talkshow Green Press Community 2026 di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, pada 7 Februari 2026 lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati mempresentasikan materi bertajuk “Transformasi Pulau Bangka: Dari Pusaran Konflik Menuju Epinsetrum Ekowisata Dunia.”

Dalam paparannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk menjaga Pulau Bangka agar tetap lestari dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Pulau Bangka, kata Bupati, bukan hanya memiliki nilai ekologis dan potensi pariwisata, tetapi juga menjadi simbol perjuangan masyarakat serta bagian dari perjalanan pembangunan berkelanjutan di Minahasa Utara.

Menurutnya, pembangunan tidak harus selalu identik dengan kerusakan lingkungan. Sebaliknya, pembangunan harus dirancang dan dikelola sedemikian rupa sehingga dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

“Ekonomi dan ekologi bisa berjalan berdampingan. Pulau kecil berhak atas masa depan yang besar. Sehingga mari kita jaga Pulau Bangka,” demikian pesan Bupati dalam kesempatan tersebut.

Gagasan tersebut kini memperoleh momentum baru melalui rencana restorasi ekologis yang melibatkan Yayasan Masarang bersama mitra nasional maupun internasional.

Pengalaman kebakaran yang kembali terjadi di Pulau Bangka menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan kawasan yang tidak semata-mata berorientasi pada pemanfaatan ekonomi. Aspek perlindungan lingkungan, pemulihan ekosistem dan penguatan daya dukung kawasan harus menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembangunan.

Dalam konteks tersebut, rencana restorasi sekitar 1.121 hektare kawasan grassland dipandang sebagai peluang strategis untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan sekaligus menciptakan sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Pemulihan ekosistem nantinya dapat menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai potensi pariwisata, termasuk ekowisata, wisata bahari, diving dan snorkeling.

Pengembangan tersebut diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat melalui berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, jasa wisata hingga Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Tidak hanya itu, terbukanya peluang pembiayaan serta investasi ekonomi hijau dari mitra nasional dan internasional juga dinilai dapat memperkuat posisi Pulau Bangka dalam pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru di Minahasa Utara.

Dalam proses transformasi tersebut, peran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menjadi sangat penting untuk memastikan arah pembangunan Pulau Bangka tetap jelas, yakni menjaga alam, memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah memandang restorasi bukan sekadar upaya memperbaiki kawasan yang mengalami kerusakan, tetapi juga sebagai peluang mengubah tantangan ekologis menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang.

Dengan pendekatan yang tepat, Pulau Bangka diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Pemkab Minahasa Utara pada prinsipnya mendukung rencana tersebut. Namun, dukungan itu tetap disertai dengan memastikan seluruh proses dan tahapan pelaksanaan memperhatikan kesesuaian RTRW/RDTR, status dan pemanfaatan lahan, kawasan kehutanan, perizinan, kewenangan serta kepentingan masyarakat, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Tahapan berikutnya akan dilakukan melalui pendalaman bersama OPD teknis dan Yayasan Masarang. Pembahasan akan mencakup deliniasi lokasi, status lahan, tahapan restorasi, mekanisme kemitraan hingga kajian mengenai manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk membawa Pulau Bangka menuju arah pembangunan baru yang lebih berkelanjutan. Dari kawasan yang pernah menghadapi kebakaran dan dinamika konflik pemanfaatan ruang, Pulau Bangka kini diarahkan untuk memiliki masa depan sebagai kawasan yang lestari, destinasi ekowisata sekaligus pusat pengembangan ekonomi hijau.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi Pulau Bangka tidak hanya akan diukur dari pulihnya ekosistem, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang hidup dan menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat serta mitra nasional dan internasional, Pulau Bangka diharapkan mampu membuktikan bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua kepentingan yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan bersama untuk menciptakan masa depan pulau kecil yang lebih kuat, lestari dan sejahtera.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular