Minggu, Agustus 16, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraKado Kemerdekaan dari Hong Kong, Atlet Hapkido Minut Sabet Emas di Ajang...

Kado Kemerdekaan dari Hong Kong, Atlet Hapkido Minut Sabet Emas di Ajang Asia

MINUT, TelusurInformasiNews.id- Kabar membanggakan datang dari pentas olahraga internasional. Bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, atlet Hapkido asal Sulawesi Utara berhasil mengukir prestasi gemilang pada ajang 3rd Asian Hapkido Championships & 3rd Asian Youth Hapkido Championships 2026 yang berlangsung di Hong Kong sabtu 15 Agustus 2026. Minggu, (16/8/2026).

Empat atlet asal Sulawesi Utara ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut. Mereka adalah Kezia Tesalonika Umboh dari Airmadidi, Minahasa Utara; Wendy Hezkia Rarung dari Kauditan, Minahasa Utara; Gracia Karin Tanwijaya dari Kota Bitung; serta Andreas E. Waturandang.

Dari keempat atlet tersebut, Kezia Tesalonika Umboh tampil sebagai bintang utama. Ia sukses merebut medali emas sekaligus gelar The Best Player pada nomor pertarungan putri senior kelas Over 55–59 kilogram.

Perjalanan Kezia menuju podium tertinggi tidak mudah. Ia terlebih dahulu menghadapi wakil Thailand, Nichapha Inthaising, sebelum memastikan kemenangan atas atlet tuan rumah Hong Kong, Wong Pui Lam, di partai final.

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Kezia menjadi yang terbaik di kelasnya dan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di tengah momentum perayaan kemerdekaan.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan Wendy Hezkia Rarung. Atlet asal Kauditan, Minahasa Utara, itu berhasil melaju hingga partai final nomor Daeryun kelas 72 kilogram putra dan meraih medali perak.

Sementara itu, Gracia Karin Tanwijaya turut menyumbangkan medali perak setelah tampil pada kategori Daeryun Female Senior Under 55 Kg.

Adapun Andreas E. Waturandang juga memberikan perjuangan maksimal dalam kompetisi tersebut. Meski belum berhasil membawa pulang medali, penampilannya tetap menjadi bagian penting dari perjuangan tim Hapkido Sulawesi Utara di panggung Asia.

Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena diraih bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberhasilan Kezia berdiri di podium tertinggi sekaligus membawa nama Indonesia di kancah internasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara.

Keberhasilan para atlet tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Ormas adat Pa’ Esaan Ne Tu’a – Tua Minaesa Sulut sekaligus pengusaha tonaas Izhak Tambani.

Pengusaha asal Minahasa Utara yang selama ini dikenal memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan olahraga, termasuk kepada para atlet yang tengah berjuang mengembangkan prestasi.

Izhak Tambani menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan Kezia, Wendy, Gracia, Andreas dan seluruh tim Hapkido Sulawesi Utara yang telah membawa nama daerah dan Indonesia ke level internasional.

“Saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Kezia, Wendy, Gracia, dan seluruh tim Hapkido Sulawesi Utara. Di hari kemerdekaan ini, mereka telah menjadi pahlawan bagi daerah dan bangsa. Saya bangga melihat perjuangan dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan di pentas Asia,” ujar Izhak.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet dari daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para atlet dari negara lain apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat.

“Ini adalah bukti bahwa anak-anak Minahasa Utara mampu bersaing dan berprestasi di kancah internasional. Saya akan selalu mendukung siapa saja yang ingin menjadi atlet profesional. Jika mereka punya skill dan kemauan besar untuk mengharumkan nama Sulawesi Utara, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menyokong mimpi mereka,” tutur Izhak.

Kezia Tesalonika Umboh yang berhasil meraih medali emas dan gelar The Best Player mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya di Hong Kong.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Izhak Tambani selama dirinya dan rekan-rekan atlet menjalani proses latihan serta persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Medali emas dan gelar The Best Player ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Bapak Izhak Tambani. Beliau selalu memotivasi kami, memberikan fasilitas latihan yang memadai, dan tidak pernah lelah mendukung mimpi kami,” kata Kezia.

Kezia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan tidak takut bermimpi mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Terima kasih, Pak Izhak, atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa. Ini adalah persembahan kami untuk Indonesia di hari kemerdekaan.”

Medali emas yang diraih Kezia di Hong Kong semakin memperpanjang catatan prestasinya di dunia Hapkido. Sebelumnya, ia telah meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 serta menjadi juara Asia Tenggara pada 2025.

Wendy Hezkia Rarung juga memiliki rekam jejak prestasi yang cukup kuat. Sebelum meraih medali perak di Hong Kong, ia telah mengoleksi medali emas Kejurnas 2022, medali perunggu Kualifikasi PON 2023, serta medali perak PON XXI 2024.

Sementara itu, Gracia Karin Tanwijaya sebelumnya telah meraih medali emas pada South East Asia Hapkido Championship 2025.

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan mereka di Hong Kong bukanlah hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari proses panjang, latihan, pengalaman bertanding serta dukungan berbagai pihak.

Keberhasilan empat atlet Hapkido Sulawesi Utara di ajang Asia menjadi gambaran bahwa potensi olahraga di daerah memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional.

Lebih dari sekadar perolehan medali, keikutsertaan mereka membawa misi yang lebih besar, yakni mengharumkan nama Indonesia dan Sulawesi Utara, sekaligus menunjukkan bahwa atlet dari daerah mampu berdiri sejajar dengan para peserta dari berbagai negara Asia.

Di tengah suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, prestasi Kezia, Wendy, Gracia dan Andreas menjadi kado istimewa dari Hong Kong.

Dari arena pertandingan di Hong Kong, semangat Merah Putih dibawa pulang melalui perjuangan para atlet muda yang tidak hanya bertanding untuk kemenangan, tetapi juga untuk mengangkat nama daerah dan bangsa di panggung internasional.

Selamat kepada para juara. Prestasi ini menjadi kebanggaan Minahasa Utara, Sulawesi Utara dan Indonesia.

 

(Vera.E.Kastubi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular