Senin, Juli 27, 2026
spot_img
BerandaMinahasa UtaraPolres Minut Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026

Polres Minut Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026

MINUT,.TelusurInformasiNews.id-Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Utara, Kapolres AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., Irup upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. Hadir mewakili Bupati Joune Ganda, Assiten I Pemkab minut Umbase Mayuntu. Bertempat di lapangan Upacara Polres Minahasa Utara. Rabu, (1/7/2026).

Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara kembali ditegaskan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Momentum ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang Polri selama delapan dekade dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lapangan Upacara Polres Minahasa Utara menjadi saksi pelaksanaan upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat pada hari ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel kepolisian, Forkopimda serta undangan dari berbagai unsur dan instansi terkait di lingkungan Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam upacara tersebut, Kapolres Minahasa Utara, AKBP Auliya Rifqie A. Djabar, S.I.K., M.Si., membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di hadapan seluruh peserta upacara yang hadir. Amanat ini menjadi arahan sekaligus refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo Subianto melalui pembacaan Kapolres Minut menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah dan karunia-Nya sehingga seluruh jajaran kepolisian dapat berkumpul dalam rangka memperingati momen bersejarah ini. Presiden juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Polri yang telah menunjukkan dedikasi, profesionalisme, serta pengorbanan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

“Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 tahun 2026 dalam keadaan sehat dan penuh khidmat,” ujar AKBP Auliya Rifqie A. Djabar membacakan amanat Presiden.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada tahun 2026 ini mengusung tema yang mengandung makna mendalam bahwa seluruh perjalanan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia bermuara pada satu tujuan mulia, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tema ini menegaskan bahwa setiap pengabdian Polri dilakukan untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat dengan sepenuh hati.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat tercapai dengan optimal apabila seluruh insan Bhayangkara mampu mengedepankan kecepatan, ketanggapan, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari ekosistem global tidak dapat terlepas dari pengaruh dinamika geopolitik dunia. Ketidakpastian ekonomi global, perubahan sosial, dan berbagai tantangan lainnya menuntut kesiapan Polri dalam mengantisipasi dan merespons setiap perkembangan yang terjadi.

Dalam konteks ini, Presiden menyoroti beberapa program pemerintah yang memerlukan peran aktif Polri dalam pengawalannya. Di antaranya adalah dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang diwujudkan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemerintahan Bergizi (SPBG) sebanyak 1.179 unit dari target 1.500 unit yang telah direncanakan.

Selain itu, Polri juga memberikan dukungan nyata terhadap program optimalisasi lahan melalui pemanfaatan lahan seluas 651.196 hektare yang berhasil meningkatkan produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara dengan 1,36 juta ton. Pencapaian ini menunjukkan sinergi yang kuat antara kepolisian dan sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo memberikan empat perintah tegas kepada seluruh jajaran Polri guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan kualitas pelayanan publik:

1. Persiapkan diri secara menyeluruh dan perbaiki kelemahan internal secara berkelanjutan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

2. Perkuat kapasitas sumber daya manusia guna menghadapi kompleksitas ancaman keamanan yang semakin beragam dan berkembang.

3. Tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

4. Perkuat legitimasi institusi Polri untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi positif di mata masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perhatian kepada masyarakat bukanlah sekadar kewajiban prosedural, melainkan esensi keberadaan Polri sebagai institusi yang memberi kekuatan dan membangun kelekatan dengan publik. Tugas pokok Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat serta ikut mendorong transformasi institusi menuju Polri yang semakin profesional, humanis, responsif, dan kredibel.

“Polri telah melewati berbagai cobaan kritis dan setiap kali menghadapi tekanan, Polri selalu bangkit, bertahan, dan membuktikan dirinya sebagai institusi sejati yang berakar pada nilai pengabdian,” tegas Presiden dalam amanatnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa semakin tinggi tingkat pengabdian yang diberikan kepada masyarakat, maka kepercayaan publik akan meningkat dan legitimasi Polri akan semakin kuat. Hal ini menjadi fondasi utama bagi Polri dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Presiden Prabowo kembali mengucapkan selamat Hari Bhayangkara Ke-80 kepada seluruh insan Polri. Beliau berpesan agar momen peringatan ini menjadi pengingat dan motivasi untuk menjadi anggota Polri yang lebih baik, lebih profesional, dan lebih berdedikasi.

“Jadikan tugas sebagai ibadah, jadikan pelayanan sebagai pengabdian, dan jadikan kepercayaan sebagai landasan utama dalam memakai seragam kebanggaan ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, dan Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” pungkas Presiden dalam sambutannya.

Upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Polres Minahasa Utara berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas pengabdian Polri selama 80 tahun dalam menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular