MINUT, TelusurInformasiNews.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara secara resmi melepas 56 peserta kontingen yang akan mengikuti Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pelepasan dilakukan oleh Asisten II Setda Minahasa Utara, Robby Parengkuan, mewakili Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda. Kamis, (18/6/2026).
Kegiatan PENAS XVII sendiri akan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 dan menjadi ajang nasional yang mempertemukan petani serta nelayan dari berbagai daerah di Indonesia untuk saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas jaringan kerja sama, serta menyerap inovasi dan teknologi terbaru di sektor pertanian dan perikanan.
Dalam sambutan Bupati Minahasa Utara yang dibacakan Robby Parengkuan, seluruh peserta diingatkan untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Gorontalo.
Menurutnya, kesempatan mengikuti PENAS harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Minahasa Utara.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan pengalaman. Jaga kebersamaan dan tunjukkan bahwa masyarakat Minahasa Utara mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian dan perikanan nasional,” ujar Parengkuan saat membacakan pesan Bupati Joune Ganda.
Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menaruh harapan besar kepada seluruh peserta agar tidak hanya berperan sebagai peserta aktif selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi agen transfer pengetahuan setelah kembali ke daerah.
“Berbagai ilmu, teknologi, praktik terbaik, hingga inovasi yang diperoleh selama mengikuti PENAS XVII diharapkan dapat diteruskan kepada kelompok tani dan nelayan lainnya di Minahasa Utara. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang berangkat, tetapi juga dapat memberikan dampak luas bagi peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, dan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian maupun perikanan,” tutur Parengkuan.
Parengkuan menjelaskan, dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terhadap keikutsertaan kontingen tersebut merupakan bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelaku utama sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas petani dan nelayan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi lokal. Ia menambahkan 56 peserta yang diberangkatkan berasal dari berbagai subsektor, mulai dari petani tanaman pangan, perkebunan, peternakan, nelayan, lembaga ekonomi pertanian, hingga unsur pendamping dari organisasi perangkat daerah terkait.
“Selain menjadi sarana pembelajaran, PENAS XVII juga membuka peluang bagi peserta untuk membangun jejaring dengan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Jejaring tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang kerja sama, memperluas akses informasi, serta mempercepat adopsi teknologi yang dapat meningkatkan daya saing sektor pertanian dan perikanan Minahasa Utara di masa mendatang,” kata Parengkuan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara optimistis keikutsertaan kontingen pada PENAS XVII akan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan daerah. Melalui pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan kelompok tani dan nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“PENAS menjadi sarana pembelajaran dan transfer ilmu yang sangat berharga. Harapannya, seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat dibawa pulang, diterapkan, dan dibagikan kepada petani serta nelayan lainnya di Minahasa Utara demi kemajuan bersama,” tandas Parengkuan.
Dengan dilepasnya kontingen PENAS XVII ini, Pemkab Minut menegaskan komitmennya untuk terus mendorong petani dan nelayan agar melek inovasi. Ilmu dan pengalaman dari Gorontalo diharapkan tidak berhenti di peserta, melainkan menular ke seluruh kelompok tani-nelayan Minahasa Utara demi ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama.(*)
(Vera.E.Kastubi)






