Rabu, Juni 17, 2026
spot_img
BerandaManadoBupati Joune Ganda Jadi Keynote Speaker Muswil III ILUNI UI Sulut 2026,...

Bupati Joune Ganda Jadi Keynote Speaker Muswil III ILUNI UI Sulut 2026, Dorong Peran Alumni Wujudkan Indonesia Emas 2045

MANADO, TelusurInformasiNews.id – Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si, tampil sebagai Keynote Speaker dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Sulawesi Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Luwansa Manado. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran alumni Universitas Indonesia dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Selasa, (16/6/2025).

Forum yang mengangkat tema “Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Daerah: Kontribusi Alumni UI untuk Sulawesi Utara” tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bupati Dr.Joune Ganda sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Ir. Ricky Rengkung, M.E., serta dihadiri Ketua ILUNI UI Sulawesi Utara, Drs. Steven Kandouw, bersama jajaran alumni UI dari berbagai profesi dan bidang pengabdian.

Dalam Materinya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 tidak dapat dilepaskan dari pembangunan daerah yang kuat, maju, dan berdaya saing. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tidak hanya negara maju, tetapi juga negara yang memiliki pengaruh strategis di tingkat global.

Bupati Joune  menjelaskan bahwa Indonesia memiliki empat modal utama yang menjadi fondasi menuju negara maju dan dominan, yakni luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang melimpah, letak geografis yang sangat strategis, serta sumber daya manusia yang unggul.

“Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Kita memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang besar, posisi geografis yang strategis, dan potensi sumber daya manusia yang luar biasa. Dari empat syarat tersebut, yang paling menentukan saat ini adalah bagaimana kita membangun kualitas sumber daya manusia,” ujar Bupati Joune Ganda.

Menurut Bupati Joune, faktor wilayah dan letak geografis merupakan anugerah yang tidak dapat diubah, begitu pula jumlah penduduk yang terus bertumbuh. Karena itu, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah memastikan kualitas sumber daya manusia mampu mengikuti kebutuhan pembangunan dan perkembangan global.

Bupati menjelaskan bahwa salah satu indikator negara maju adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan. Berdasarkan berbagai proyeksi nasional, Indonesia diperkirakan akan masuk dalam jajaran lima besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 dan berpeluang menjadi negara maju pada tahun 2045.

“Jika tren pertumbuhan ekonomi terus terjaga dan pembangunan sumber daya manusia berjalan optimal, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju, tetapi juga negara yang memiliki pengaruh besar di dunia,” kata Bupati Joune Ganda.

Dalam paparannya, Joune juga menyoroti posisi strategis Sulawesi Utara yang dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Letak geografis Sulawesi Utara yang dekat dengan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Selain itu, Sulawesi Utara juga memiliki potensi besar di sektor pariwisata internasional, perdagangan, serta ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Sulawesi Utara memiliki posisi yang sangat strategis. Kita dekat dengan negara-negara maju di kawasan Asia Timur. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mendorong perdagangan, investasi, dan pariwisata yang akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Bupati Joune.

Bupati Joune menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah memerlukan sinergi berbagai unsur dalam konsep pentahelix, termasuk pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Dalam konteks tersebut, ILUNI UI memiliki peran penting sebagai wadah intelektual yang mampu memberikan masukan, gagasan, serta solusi bagi pembangunan daerah.

“Indonesia Emas bukan hanya agenda pemerintah semata, tetapi merupakan agenda bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, saya mengajak seluruh alumni UI untuk terus berkontribusi melalui pemikiran, inovasi, dan kolaborasi nyata demi kemajuan Sulawesi Utara dan Indonesia,” tegas Bupati Joune Ganda.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ricky Rengkung, M.E., dalam materinya menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah maupun organisasi. Ia menguraikan sejumlah teori pembangunan modern seperti Resource-Based View, Dynamic Capabilities, dan Dynamic Governance yang menempatkan kualitas manusia sebagai modal strategis dalam menghadapi perubahan global.

Menurut Ricky, sumber daya yang unggul harus memiliki karakteristik bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak mudah tergantikan. Namun di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat, organisasi maupun daerah juga harus memiliki kemampuan adaptif dan tata kelola yang dinamis.

“Keunggulan kompetitif tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga kemampuan membaca perubahan, beradaptasi, dan membangun tata kelola yang responsif terhadap dinamika global,” jelas Prof. Ricky.

Ia menambahkan bahwa integrasi antara kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan yang visioner, serta tata kelola yang baik akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Ketua ILUNI UI Sulawesi Utara, Drs. Steven Kandouw, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muswil III ILUNI UI Sulut. Ia mengungkapkan bahwa selama hampir satu dekade memimpin organisasi tersebut, ILUNI UI terus mengalami perkembangan yang signifikan.

Menurut Steven, sebelum pandemi COVID-19 jaringan kepengurusan ILUNI UI baru hadir di dua wilayah. Namun saat ini telah berkembang hingga menjangkau 22 wilayah di Indonesia. “Kita semua memiliki cita-cita yang sama, yaitu menjadikan Universitas Indonesia sebagai world class university. Untuk mewujudkannya dibutuhkan tata kelola yang baik, kualitas sumber daya manusia yang unggul, dukungan finansial yang kuat, serta peran aktif para alumni,” ujar Steven Kandouw.

Ia menegaskan bahwa alumni merupakan cerminan kualitas sebuah perguruan tinggi. Karena itu, keberhasilan alumni dalam berbagai bidang harus terus didorong agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan almamater.

Musyawarah Wilayah III ILUNI UI Sulawesi Utara Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga forum strategis untuk merumuskan berbagai gagasan, program, dan kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan daerah. Melalui semangat kebersamaan dan kontribusi nyata para alumni, ILUNI UI Sulut diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

 

(Vera.E.Kastubi).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular